
Kebetulan saya didaulat sebagai cameraman untuk meliput acara dari awal hingga akhir, dan mumpung acara belum mulai saya curi-curi kesempatan untuk berfoto bersama Andrea Hirata.
Jujur saya kagum sekali dengan Andrea Hirata dengan penampilan yang sederhana kaos hitam celana jeans dan topi kupluk benar-benar apa adanya. Tapi dibalik penampilannya siapa sangka seorang yang sangat kharismatik ini sangat digemari oleh pencinta karya seni yang sangat menikmati karya-karyanya.
Saya sendiri termasuk orang baru yang menyukai karya Andrea Hirata, jujur aja saya terkesima sekali ketika meliput pembicaraan Andrea dengan petinggi-petinggi di kantor saya yang ternyata teman seperjuangan dan guru ngaji Andrea ketika melanjutkan kuliah S-2 di Sheffield Hallam. Hampir 30 menit saya menyaksikan Andrea bercerita tentang alasan dia membuat buku Tetralogi Laskar Pelangi, dan tidak sedikit kata-kata yang memiris hati ketika Andrea menceritakan bagaimana keaadan Belitong pada waktu itu.
saya tuh gak suka baca Novel :D dan gak tau kenapa saya penasaran sekali dengan buku Laskar Pelangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar