22 Januari 2008

STEI ON THE BLOG

Jakarta, 21 & 23 Januari 2008 STIE Indonesia atau yang lebih dikenal dengan STEI mengadakan Workshop singkat pembuatan Blog Personal bagi para Dosen STEI sebagai Media Komunikasi Proses Belajar Menagajar (PBM) pada workshop kali ini saya diminta oleh panitia penyelenggara untuk dapat mengasisteni instruktur dalam menyapaikan materinya yang berkaitan dengan pembuatan blog.

Acaranya sendiri dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama diisi oleh Bp. Agus Hidayat, BS., M.Eng selain menjabat sebagai Ketua STEI beliau juga menjabat sebagao CEO PT. OPTIMA ITMS sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT Management & Consulttant beliau tak lain dan tak bukan adalah atasan saya hiks .......

Pada sesi kedua diisi oleh Dr. Hamsar Lubis dengan materi Bagaimana Menulis secara Sistematis, beliau adalah Dosen Tetap STEI dan beliau juga aktif dalam menulis di berbagai Media Cetak. Dan pada sesi terakhir pada hari berikutnya akan disampaikan oleh Gatot Prabantoro, SE, MM dengan materi bagaimana membuat dan menggunakan blog dengan baik, beliau adalah Dosen Tetap STEI dan aktif dalam penulisan blog. walaupun ada sedikit gangguan koneksi dari Indosat selaku provider koneksi internet di kampus STEI, namun tidak menyurutkan semangat para perserta workshop, terbukti sebanyak 40 orang Dosen STEI yang sejak awal hingga akhir acara sangat semangat antusias mengikuti workshop tersebut.

03 Desember 2007

Busway Yang Menyebalkan!

Day one.....

Hari pertama mengikuti pelatihan sisfokampus di kawasan WTC SQUARE Mangga Dua hmm.... setelah menanti sejak hari Jum'at akhirnya hari senin hari dimana pelatihan pertama kali dimulai tiba juga. segala kebutuhan telah siap mulai dari laptop sampai kebutuhan yg lainnya, pagi itu saya memutuskan untuk pergi menggunakan Busway koridor IV Kampung Melayu - Ancol selain saya pikir jalanan akan lancar alias bebas macet kebetulan 'MyRide' yang biasa saya bawa sedang masuk bengkel.....

Setelah 10 menit menanti di shalter akhirnya berangkat juga saya dengan Busway yang berisi lebih dari 70 penumpang, fyuuu... kebayangkan 70 orang lebih berdesak-desakan di dalam Busway! jangankan mendapat tempat duduk, mencari pegangan untuk menahan diri aja susahnya minta ampyuuun! untungya masih pagi jadi aromanya masih segar-segarrr....

Fyuuuu... cukup melelahkan juga setelah cape' berdiri di dalam Busway, jalan kaki pula dari shalter Busway Palmerah (depan Mall WTC) menuju tempat pelatihan di kawasan RUKAN WTC SQUARE.



foto diatas saya ambil ketika kelas masih sepiii.... pagi itu saya datang lebih awal jadinya bisa foto-foto dulu.

Hari pertama pelatihan di bimbing langsung oleh salah satu develop program sisfokampus Bp. E Setio Dewo , kebetulan pesertanya hanya dua orang saya dan teman saya Bp. Wawan dari STTIKOM-IU, jadi pelatihan tersebut dapat berjalan baik dan lancar.

gak teraasa udah sore menjelang malam, tepat pukul 18.00 wib kita beres-beres untuk siap-siap pulang kerumah masing-masing, dan seperti waktu datang tadi .... pulang pun harus menempuh jalan menuju shalter busway yang jaraknya kurang lebih 200 meter. Berharap bisa cepat tiba dirumah baru sampai jembatan menuju tiket Busway antrian sudah panjaaaaang.... fyuuuuuu cabeee deech!



Foto diatas saya ambil disela-sela antrian Busway di palmerah, itu baru barisan depan belum barisan yang berada dibalakang saya, kurang lebih 300 penumpang menanti Busway dari arah Ancol yang tak kunjung tiba. Butuh 3 sampai 4 Busway agar penumpang dapat diangkut semua. saya sendiri baru bisa naik setelah menunggu 1 jam. Benar-benar menyebalkan! alih-alih dapat tiba ditempat tujuan lebih cepat, armadanya saja tidak didukung dengan baik, penumpangnya banyak tapi tidak diikuti dengan banyaknya armada. Sebel, kesel, capeee.... mungkin itu yang dirasakan oleh setiap pengguna Busway.

Cerita diatas mungkin cuma sekelumit pengalaman saya dalam menggunakan Busway, masih banyak cerita atau pengalaman orang lain yang mengalami hal serupa tapi tak beda! mudah-mudah kedepannya PEMDA DKI dapat memperbaiki dan mempersiapakan segala sesuatuanya dengan baik. Amin.......




30 Oktober 2007

Lagu Kebangsaan Malingsia "Negaraku" Hasil Menjiplak Juga

Memang Malingsia benar-benar bangsa yang tidak punya asal usul yg jelas, lagu kebangsaan saja hasil jiplakan, jangan-jangan negara Malingsia juga hasil menjiplak.

Lagu Kebangsaan Malingsia “Negaraku” ternyata nadanya diambil dari lagu Mamula Moon karya dari Felix Mendelssohn.

berikut keterangan dari wikipedia, dan cuplikan klip dari youtube coba bandingkan nada lagu Mamula Moon dengan lagu kebangsaan malingsia“Negaraku” (English: “My Country”) is the national anthem of Malaysia. “Negaraku” was selected as a national anthem at the time of the Federation of Malaya’s independence from Britain in 1957. The tune was originally used as the state anthem of Perak[1]. The tune was also used for a popular song of that time, Terang Bulan[2], which was later borrowed by the song Mamula Moon, sang by Felix Mendelssohn and his Hawaiian Serenaders.
Lyrics

Negaraku, tanah tumpahnya darahku,
Rakyat hidup, bersatu dan maju,
Rahmat bahagia, Tuhan kurniakan,
Raja kita, selamat bertakhta.
Rahmat bahagia, Tuhan kurniakan,
Raja kita, selamat bertakhta.

In English[1]:

Oh, My Motherland,
The Land where my life began,
Where people live in harmony and prosperity,
With God-given blessings of happiness,
Our King reigns in peace.
With God-given blessings of happiness,
Our King reigns in peace.

A more literal translation would be:

My country, land where my blood was spilt,
The people live united and in progress,
Blessings of happiness, may God grant,
(And that) our King may reign in peace.
Blessings of happiness, may God grant,
(And that) our King may reign in peace.


article take from Malingsia